Indonesia Masuk Peringkat Keempat Sebagai Pengunduh Terbanyak di Google Play

Sebagai negara berkembang, Indonesia memang merupakan negara yang memiliki masyarakat yang mempunyai tingkat konsumerisme yang tinggi. Hampir produk apa saja yang dijual dengan mentarget masyarakat Indonesia, pasti akan terjual laris. Sebut saja ponsel, baik yang diproduksi oleh pabrikan China, Korea hingga Amerika, semuanya hampir dipastikan terjual laris manis.

Dengan kondisi masyarakat yang semakin berkembang, yang mana juga diikuti oleh perkembangan teknologi, internet dan media komunikasi, naluri konsumsi masyarakat juga secara perlahan tapi pasti ikut mengarah ke arah sana.

Perkembangan tren yang ada di kalangan masyarakat sangat mempengaruhi tingkat konsumsi orang pada sesuatu hal. Dengan adanya kemajuan smartphone yang tidak terbendung dengan dilengkapi berbagai fitur dan inovasi yang sangat menarik, membuat tingkat konsumsi pada bidang tersebut juga semakin tinggi.

Sumber gambar: androidsimple.com

Sumber gambar: androidsimple.com

Hal ini bisa dilihat dari tingkat penjualan ponsel smartphone yang berhasil dicatat oleh beberapa brand seperti Samsung, Oppo, iPhone dan sebagainya.

Dan itu berarti konsumsi tersebut tidak hanya berhenti sampai di sana saja, tapi juga merambah ke produk turunan. Seperti pembelian kuota data untuk komunikasi dan aplikasi-aplikasi yang diunduh secara online juga mengalami peningkatan yang tinggi.

Sebuah perusahaan analisis aplikasi mobile bernama AppAnnie pada 17 Januari 2017 lalu merilis sebuah laporan tentang tren penggunaan aplikasi mobile selama tahun 2016 lalu. Pada laporan perusahaan tersebut menunjukkan sebuah daftar negara yang menjadi pengunduh terbanyak di penyedia aplikasi Google Play Store.

Dan masyarakat Indonesia menjadi pengunduh aplikasi terbanyak yang menempati peringkat keempat dalam daftar tersebut dengan mengungguli Meksiko dan Rusia. Padahal di tahun 2015 lalu Indonesia menempati posisi keenam.

Hal ini tentu menunjukkan bahwa tingkat konsumen masyarakat Indonesia pada aplikasi berbasis smartphone sangat tinggi. Smartphone berbasis android memang merupakan platform yang favorit di Indonesia sehingga hal yang wajar jika banyak pengunduh aplikasi di Google Play.

Dengan waktu akses mencapai 50 miliar jam dalam satu tahun, membuat masyarakat kita juga menempati posisi keempat sebagai negara dengan akses aplikasi terlama selain Cina. Tentu angka 50 miliar itu cukup menjelaskan bahwa tingkat penggunaan atau akses aplikasi orang-orang juga sangat tinggi.

Tingginya tingkat pengunduhan atau download aplikasi dan lama akses pada aplikasi yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia juga tidak lain karena didukung oleh kemudahan untuk mendapatkan kuota data seperti yang diberikan oleh aplikasi Traveloka. Di aplikasi itu Anda bisa mendapatkan pulsa dan paket internet dengan sangat mudah.

Aplikasi penyedia tiket pesawat ini memang menyediakan layanan untuk melayani pembelian paket internet bagi para penggunanya. Harga yang ditawarkan di sana menurut saya juga lebih murah dan ada banyak penawaran serta promo yang menarik. Cara untuk membelinya juga sangat mudah, cepat dan aman.

Anda hanya perlu mengakses aplikasi versi terbarunya. Di sana Anda tinggal pilih menu untuk pembelian, konfirmasi pembelian Anda dan lakukan pembayaran dengan cara yang Anda inginkan.

Di mana pun Anda berada (mau di dalam angkot, di kamar atau sedang ada di kantor), jam berapa pun (mau tengah malam atau dini hari) saat Anda butuh paket internet, Traveloka akan selalu sedia melayani!

Nggak perlu antri dan nunggu lama, paket internet Anda akan terisi segera. Untuk info lebih detail paket bolt, bisa anda lihat di halaman website Traveloka ini. Dengan kemudahan untuk mendapatkan kuota, Anda dapat mengunduh aplikasi sesuka hati.

Sumber gambar: NDTV Gadgets

Sumber gambar: NDTV Gadgets

Untuk aplikasi di App Store sendiri Indonesia berada pada peringkat yang cukup rendah, bahkan tidak menembus peringkat sepuluh besar. Pada aplikasi Apple yang menjadi penguasa adalah negara-negara seperti Cina, Amerika Serikat, dan jepang. Padahal para pencipta atau penyedia aplikasi mobile lebih banyak mendapatkan keuntungan dari aplikasi untuk Apple.

Untuk tingkat pengunduhan pada aplikasi ios dan android, secara global ada peningkatan sebesar lima belas persen. Dan membuat developer aplikasi memperoleh pendapat yang meningkat sebesar empat puluh persen.

Hal ini tentu menjelaskan kepada kita bahwa bisnis di bidang aplikasi mobile juga cukup menjanjikan dan mendorong untuk bermunculannya developer aplikasi yang baru. Tentu ini sejalan dengan seringnya orang-orang mengakses aplikasi dengan peningkatan 20% dari tahun 2015, yang kini bahkan mencapai Sembilan ratus miliar jam jika dihitung secara global.

Masih dari hasil analisis AppAnnie, sepanjang tahun 2016 ada beberapa tren menarik yang muncul. Diantaranya adalah adanya peningkatan yang signifikan pada pendapatan aplikasi video streaming seperti Youtube dan Netflix. Hal ini membuat banyaknya layanan serupa seperti HOOQ, iFlix, dan Genflix yang hadir di tanah air.

Selain itu juga meningkatnya kepopuleran aplikasi fintech seperti venom dan Paypal. Menurut AppAnnie, pengguna aplikasi Venmo meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun 2015. Tentu fenomena seperti ini juga turut terjadi di Indonesia sebagai dampak dari perkembangan teknologi.

Tags: